MANAJEMEN STRATEGI
Dosen : Dr.Kasman Arifin, SE.,MM.,Ak.,CA
Di susun oleh :
RAMBO PRIMA 165310795
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
T.A 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami serahkan kepada Allah Swt yang telah mengutus Rasul – rasul Nya, karena berkat rahmat dari-NYA kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “VARIASI STRATEGI” dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang apa yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan bekal ilmu dan membimbing saya dalam mata kuliah Manajemen Strategik .
Kami menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan, karena itu tanggapan dan bimbingan dari dosen khususnya, dari para pembaca umumnya sangat kami harapkan demi kesempurnaan tulisan ini di masa yang akan datang. Atas semua tanggapan dan bimbingan yang ikhlas terlebih dahulu kami ucapkan terimakasih.
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar .………………………………………………………............................. i
Daftar Isi ...……………………………………………………………............................ ii
Pendahuluan
A. Latar Belakang ………………………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah ……...………………………………………………...1
C. Tujuan Penulisan...…………………………………………………..........1
D. Manfaat Penulisan ………………………………………………………..1
E. Metode Penulisan........................................................................................1
Pembahasan
A. Pengertian Variasi………………………………………….…..................2
B. pengertian Strategi…….………….............................................................2
C. Pengertian Variasi Strategi………………………………….....................2
D. Jenis-jenis Variasi Strategi…….. .……………………………….............2
Penutup
A. Kesimpulan ………………………………….........................................10
B. Saran………..……...................................................................................10
Daftar Pustaka …………………………………………………………iii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa fungsi manajemen sangat penting, baik operasional maupun fungsional ( terkhusus fungsi perencanaan) didalam organisasi perusahaan, namun perlu juga diperhatikan kelangsungan organisasi perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen strategis pada dasarnya merupakan proses yang dilakukan perusahaan untuk dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lainnya.
Dalam perusahaan, berpikir strategik adalah hal yang sangat penting. Seorang manajer strategik berfungsi untuk menyiapkan strategi agar perusahaan terhindar dari resiko seperti kekurangan pasokan bahan baku, terhindar dari kebangkrutan ataupun masalah lainnya. Dalam makalah ini kami akan membahas tipe-tipe (variasi) strategi yang sering digunakan oleh berbagai perusahaan guna mengembangkan atau menyelamatkan kondisi perusahaan yang tidak baik.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan Variasi ?
Apa yang dimaksud dengan Strategi ?
Apa yang dimaksud dengan Variasi Strategi ?
Apa saja jenis-jenis Variasi Strategi ?
Tujuan Penulisan
Memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi
Mengtahui pengertian Variasi
Mengtahui pengertian Strategi
Mengtahui pengertian Variasi Strategi
Mengetahui jenis-jenis Variasi Strategi
Manfaat Penulisan
Dapat menambah wawasan bagi pembaca.
Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan oleh penulis dalam makalah ini adalah metode kepustakaan. Dimana metode kepustakaan dilaksanakan dengan mencari bahan dari sumber-sumber yang menunjang dan berkaitan dengan materi dari makalah ini seperti mempelajari buku-buku, browsing internet dan sumber lainnya untuk mendapatkan data untuk pembuatan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Variasi
Variasi adalah tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula.
Pengertian Strategi
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani "strategia" yang diartikan sebagai "the art of the general" atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dalam pengertian umum, strategi merupakan cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai tujuan. Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan,perencanaan,dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut. Pengertian khusus strategi yaitu merupakan suatu tindakan yang bersifat terus-menerus mengalami peningkatan dan dilakukan sesuai dengan 2 sudut pandang tentang apa yang diinginkan serta diharapkan oleh para konsumen untuk waktu di masa depan. Dengan strategi ini maka ada yang hampir dimulai dari apa yang selalu untuk bisa terjadi dan bukan yang dimulai dari apa yang terjadi. Dengan terjadinya suatu kecepatan berinovasi pada pasar yang baru dan juga perubahan-perubahan pola konsumen yang sangat memerlukan kemampuan inti maka hendaknya perusahaan perlu untuk mencari dan mengambil kemampuan inti atau juga kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Pengertian Variasi Strategi
Variasi Strategi adalah strategi-strategi yang digunakan untuk mengarahkan usahanya kedalam beberapa operasional yang barkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam mencapai suatu tujuan.
Jenis-jenis Variasi Strategi
Secara umum, variasi strategi di bagi menjadi empat :
Integration Strategies (Strategi Integrasi)
Strategi integrasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
Forward Integration ( Integrasi Kedepan )
Strategi ini adalah strategi yang dilakukan perusahaan dengan membeli atau menguasai perusahaan yang lebih dekat dengan konsumen atau yang berhubungan langsung dengan konsumen, contohnya : agen distributor , pedagang pengecer dan lain -lain . Strategi ini dilakukan untuk meluaskan distribusi barang dari sebuah perusahaan. Salah satu bentuk yang efektif dari strategi ini adalah franchising (waralaba).
Srategi ini digunakan ketika :
a. jalur distribusi yang ada sangat mahal, kualitasnya terbatas dan tidak dapat mendistribusikan dengan cepat.
b. Organisasi mempunyai kemampuan modal dan sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis baru.
c. bisnis distribusi atau eceran mempunyai marjin keuntungan yang tinggi.
d. produk yang stabil lebih di utamakan, sehingga dapat diprediksi permintaan akan produk perusahaan melalui distributor.
Contoh : Perusahaan farmasi Kimia Farma dengan apotik kimia farmanya dan perusahaan Coca Cola dengan perusahaan pembotolan di berbagai negara .
Backward Intergration ( Integrasi Kebelakang )
Strategi ini adalah strategi yang dilakukan perusahaan dengan membeli atau menguasai supplier atau pemasok. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekurangan supply bahan baku, perusahaan pemasok terlalu mahal atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Langkah ini merupakan upaya untuk mengamankan jalur pasokan terhadap kebutuhan dalam rangka proses produksinya. Namun demikian, kecenderungan industri besar melakukan aktivitas de-intergrasi, yaitu melepas berbagai aktivitas perusahaan pemasok. Tidak tertutup kemungkinan perusahaan menemukan bahwa jenis integrasi ini bukan solusi yang tepat untuk unggul dalam persaingan karena menjadi semakin membebani keuangan .
Strategi ini digunakan ketika :
a. jumlah pemasok sedikit sedangkan pesaing sangat banyak.
b.perusahaan mengiginkan pasokan bahan baku yang cepat sedangkan pemasok yang ada tidak mampu menyediakan dan sangat mahal.
c.kestabilan harga lebih diutamakan, karena dengan strategi ini perusahaan dapat menekan biaya bahan baku.
d.pemasok yang ada memiliki marjin keuntungan yang tinggi dan perusahaan mempunyai modal dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Contoh : Harian Jawa Pos yang mendirikan pabrik kertas untuk menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan bahan bakunya . Contoh lain, Gudang Garam yang memiliki pabrik kertas rokok di Afrika .
Horizontal Integration ( Integrasi Horizontal )
Strategi ini dilakukan dalam bentuk membeli atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pesaing . Yang bisa didapat dari strategi ini adalah memperbesar pangsa pasar potensial perusahaan, meningkatkan penjualan dan memperbesar ukuran perusahaan. Caranya dapat dengan akuisisi, merjer (penggabungan) dan pengambilalihan perusahaan yang menjadi pesaing.
Strategi ini digunakan ketika :
a.perushaan dapat menjadi monopolistik di suatu daerah tanpa melanggar peraturan pemerintah.
b.perusahaan bersaing di industri yang sedang berkembang.
c.dapat meningkatkan skalaekonomi untuk mendukung keuntungan bersaing.
d.memiliki modal dan sumber daya manusia yang cukup untuk melakukan ekspansi.
Contoh : Toko obat Guardian membeli Shop-in, Indofood yang membeli SuperMie dan merjer berbagai bank yang membentuk Bank Mandiri .
Intensive Strategies (Strategi Intensif )
Strategi ini disebut strategi intensif karena mensyaratkan berbagai upaya yang intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan produk yang ada. Strategi intensif dibagi menjadi tiga, yaitu :
Market Penetration ( Penetrasi Pasar)
Strategi ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau layanan yang ada saat ini dalam pasar melalui upaya – upaya pemasaran yang lebih besar. Strategi ini umum diterapkan baik sendiri maupun sebagai kombinasi dengan strategi lainnya . Bentuk strategi ini antara lain : meningkatkan jumlah tenaga penjualan, peningkatan pembelanjaan iklan, penawaran barang – barang promosi secara besar – besaran atau peningkatan upaya – upaya publisitas lainnya.
Strategi ini digunakan ketika :
a.dapat meningkatkan skala ekonomi untuk mendukung keuntungan bersaing.
b.terdapat hubungan yang tinggi antara pengeluaran untuk pemasaran terhadap kenaikan penjualan.
c.pangsa pasar pesaing menurun sedangkan total penjualan industri meningkat
d. pasar yang ada belum jenuh oleh produk dan jasa perusahaan.
Contoh : Promosi intensif dari AXIS atau XL yang iklannya banyak dan menarik, penambahan sales di berbagai event untuk menjual produk dan usaha McDonald untuk memberikan berbagai cinderamata untuk anak-anak .
Market Development ( Pengembangan Pasar )
Strategi ini dilakukan perusahaan sebagai upaya untuk mengenalkan produk atau layanan yang ada kepada wilayah geografis yang baru . Strategi ini juga bisa dalam bentuk memasarkan produk lama dengan sedikit memodifikasi agar lebih menarik dan membuka cabang di kota atau negara baru untuk memperluas jangkauan produk . Globalisasi dan iklim perkembangan pasar internasional semakin kondusif untuk strategi ini . Hal ini dibutuhkan karena tidak jarang persaingan yang sedemikian ketat pada suatu pasar tertentu menyebabkan pengalihan kepada pasar yang baru sehinga dapat tersingkir dari arena bisnisnya. Namun demikian, perlu dicermati bahwa pada wilayah – wilayah tertentu, masuknya para pemain baru menimbulkan pergeseran keseimbangan bisnis yang ada. Tidak jarang para pemain besar akan mengalami tantangan dari pemain lokal dan begiti juga sebaliknya.
Strategi ini digunakan ketika :
a. jaringan distribusi tersedia, berkualitas dan tidak mahal.
b. perusahaan memiliki kelebihan kapasitas produksi.
c. perusahaan saat ini sangat berhasil atas apa yang dikerjakan.
d. muncul pasar yang baru atau pasar belum jenuh.
Contoh : Matahari dan Giant membuka gerai baru ke daerah baru dan Indosat yang membuka gerai baru untuk menjangkau daerah baru .
Product Development ( Pengembangan Produk )
Strategi ini meliputi modifikasi cukup besar atas prosuk lama atau penciptaan prosuk baru yang masih berkaitan yang dapat dipasarkan kepada pelanggan lama melalui saluran yang sudah ada . Strategi pengembangan produk digunakan untuk memperpanjang daur hidup produk yang sudah ada ataupun untuk mempertahankan reputasi atau merek favorit.
Strategi ini digunakan ketika :
a.memiliki produk-produk yang berhasil/sukses dan telah berada pada tahap jenuh (maturity stage).
b.pesaing menawarkan produk dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah
c.perusahaan memiliki kemampuan riset dan pengembangan produk.
d.bersaing di industri yang sedang bertumbuh.
Contoh : Rinso mengembangkan berbagai variant nya , Sunsilk dengan formula yang seakan – akan diciptakan oleh penata rambut profesional padahal sama saja dan ponsel yang muncul dengan tipe baru padahal rata – rata hanya modifikasi sedikit dari tipe sebelumnya .
Diversification Strategies ( Strategi Penciutan )
Strategi ini adalah strategi yang membuat kelompok usaha baru namun tidak sejenis dengan jenis usaha sebelumnya ( beda sektor ) sebagai usaha pengembangan perusahaan . Strategi ini dinilai kompleks karena usaha yang bergerak pada sektor yang beragam sulit untuk dikelola . Pada 1960-an dan 1970-an strategi ini populer digunakan karena setiap perusahaan ingin semaksimal mungkin agar tidak tergantung pada satu jenis usaha saja , tapi konsep ini surut pada dekade 1980-an . Walau demikian, bukan berarti strategi ini sudah benar – benar hilang. Masih cukup banyak pula perusahaan yang berahsil dengan strategi ini , terutama ketika perusahaan yang bergerak di wilayah yang mengalami kecenderungan menurun seperti keika Philip Morris, sebuah produsen rokok membeli Kraft General Food, sebuah perusahaan makanan kelompok Nestle. Hal ini dilakukan atas dasar asumsi konsumsi rokok semakin menurun akibat peningkatan kesadaran akan kesehatan dan bahaya rokok. Strategi diversifikasi ini dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu :
Concentric Diversification ( Diversifikasi Konsentrik )
Strategi ini adalah akuisisi bisnis yang terkait dengan perusahaan pengakuisisi dari segi tekhnologi, pasar atau produk . Jadi, perusahaan pengakuisisi mencari usaha – usaha baru yang produk, pasar, saluran distribusi, tekhnologi dan kebutuhan sumber dayanya serupa namun tidak sama dengan yang dimilikinya sekarang yang akusisinya menghasilkan sinerji tetapi bukan berupa saling kebergantungan sepenuhnya.
Strategi ini digunakan ketika :
a.bersaing di suatu industri yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya lambat.
b.produk yang ada telah mengalami tahap penurunan.
c.produk yang baru dapat di tawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dan dapat meningkatkan penjualan produk yang sudah ada.
d.produk yang baru memiliki tingkat penjualan musiman sehingga dapat menutup pada saat produk yang ada memasuki musim penurunan.
Contoh : harian Kompas yang memunculkan berbagai surat kabar, tabloid dan majalah baru.
Conglomerate Diversification ( Diversifikasi Konglomerat )
Berbeda dengan strategi concentrate diversification yang mengakuisisi jenis usaha yang sinerji, conglomerate diversification tidak mempermasalahkan sinerji produk – pasar dengan bisnis yang sedang berjalan .
Strategi ini digunakan ketika :
a.industri mengalami penurunan dalam penjualan tahunan dan keuntungan.
b.pasar untuk produk yang ada telah jenuh.
c.perusahaan mempunyai peluang untuk membeli bisnis yang tidak berkaitandan merupakan peluang investasi yang menarik.
d.mempunyai modal dan kemampuan manajemen yang dibutuhkan dalam bersaing di industri baru
Contoh : Ketika Lippobank memutuskan untuk bergerak di sektor properti dan Maspion dengan Maspion bank-nya .
Horizontal Diversification ( Diversifikasi Horizontal )
Bentuk strategi ini adalah menambah produk atau layanan baru yang tidak berhubungan atau terkait yang telah ada tapi sasarannya (konsumen) sama .
Strategi ini digunakan ketika :
a.produk baru akan meningkatkan penerimaan dari produk yang sudah ada.
b.bersaing dalam industri yang tidak tumbuh tetapi persaingan sangat ketat.
c.jaringan industri yang ada dapat digunakan untuk memasarkan produk baru ke pelanggan yang ada.
d.produk baru memiliki musim penjualan yang berbeda dengan produk yang ada.
Contoh : Garuda Indonesia Airways yang memiliki beberapa jaringan hotel di Indonesia . jenis usaha hotel tidak terkait dengan penerbangan, namun sasarannya sama . pengguna layanan maskapai garuda yang pergi ke suat kota dapat menggunakan layanan hotel yang dimiliki Garuda juga .
Defensive Strategies ( Strategi Defensif )
Pada prinsipnya strategi ini ditujukan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dari semakin ketatnya persaingan bisnis dan berbagai ketidakpastian eksternal yang sulit dikontrol dan diprediksi. Biasanya strategi ini digunakan ketika dalam suasana krisis. Oleh karena itu strategi ini sering disebut juga Survival Strategy .
Joint Ventura ( Usaha Patungan )
Strategi yang akrab disebut JV ini muncul ketika dua perusahaan atau lebih membentuk suatu kerjasama dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada secara bersama – sama . Strategi ini termasuk defensif karena perusahaan yang melakukan JV tidak berminat untuk mengambil resiko sendiri . Tak jarang pihak – pihak yang
melakukan kerjasama membentuk perusahaan baru dengan tujuan menjalankan kerjasama yang dimaksud. JV bisa terjadi dalan berbagai bentuk seperti jaringan distribusi, kesepakatan lisensi, kesepakatan produksi dan upaya melakukan penawaran bersama guna memenagkan suatu tender . Strategi ini populer karena kemampuannya menciptakan komunikasi dan jaringan kerja untuk melakukan operasi secara global serta dapat menurunkan resiko . Bahkan kesepakatan kerjasama antar perusahaan yang sedang bersaing secara langsung juga terjadi. Biasanya kesepakatan kerjasama merupakan jembatan untuk mensinergikan keunggulan kompetitif di bidang masing – masing, baik itu tekhnologi, distribusi, riset dasarmaupun kapasitas produksi.
Strategi ini digunakan ketika :
a.dua atau lebih perusahaan kecil tidak mampu bersaing dengan perusahaan besar.
b. muncul kebutuhan untuk secepatnya memperkenalkan teknologi baru.
c.keunggulan yang berbeda dari kedua perusahaan dapat saling melengkapi.
d.perusahaan masuk ke pasar internasional sehingga akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dari pemerintah setempat.
Contoh : Kompas dan Poskota melakukan JV yang menghasilkan Harian Surya di Surabaya.
Divestasi
Divestasi adalah strategi dengan menjual suatu perusahaan atau komponen utama perusahaan . Sebagai contoh, pada bulan Maret 1992, Goodyear Tire mengumumkan keputusannya untuk menjual bisnis poliesternya kepada Shell Chemical guna menghapuskan utang sebesar $2,6 miliar . Penjualan ini merupakan bagian dari strategi Goodyear 1991 untuk menekan utangnya sampai di bawah $2 miliar 18 bulan.
Retrenchment ( Pengurangan )
Strategi penciutan dilakukan ketika organisasi mengelompok kembali melalui reduksi biaya dan aset dalam upaya membalikkan proses penurunan penjualan dan laba perusahaan. Strategi ini terkadang dikenal sebagai strategi turnaround atau reorganizational. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperkokoh keunggulan yang membedakan yang dimiliki perusahaan. Pada masa strategi ini, operasi perusahaan berjalan dengan sumber daya yang terbatas dan akan pada tekanan dari berbagai pihak seperti pemilik saham, pegawai dan media. Bentuk penciutan seperti penjualan aste untuk memperoleh dana tunai, pemangkasan lini produk, menutup bisnis yang kuramg menguntungkan, pengurangan jumlah pegawai dan penerapan sistem kontrol pengeluaran biaya.
Strategi ini digunakan ketika :
a.Mempunyai kemam puan tertentu tetapi selalu gagal memenuhi tujuan dan sasaran.
b.Perusahaan merupakan salah satu pesaing yang paling lemah didalam industri.
c.mengalami ketidakefisienan, moral karyawan yang buruk, keuntungan yang rendah dan mendapat tekanan dari pemebgang saham untuk memperbaiki diri.
d.Perusahaan tumbuh menjadi besar dengan sangat cepat hingga memerlukan reorganisasi internal.
Contoh: PHK besar – besaran saat krisis moneter tahun 1998 .
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Variasi adalah tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula
Strategi adalah cara atau pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktavitas dalam kurun waktu tertentu.
Variasi Strategi adalah strategi-strategi yang digunakan untuk mengarahkan usahanya kedalam beberapa operasional yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam mencapai suatu tujuan.
Jenis-jenis variasi strategi yaitu: forward integration, backward integration, horizontal integration, market development, product development, market penetration, concentric diversification, conglomerate diversification, horizontal diversification, joint venture, rentrenchment, diversiture, liquidation, dan combination.
Saran
Keterbatasan informasi dan ketelitian Penulis dalam menyusun makalah ini, menjadi sebab adanya kekurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari. Oleh karena itu, Penulis mengharapkan kritik dan saran demi penambahan wawasan bagi para Penulis khususnya.
DAFTAR PUSTAKA
Dirgantara, Crown. Manajemen Strategik Konsep, Kasus, dan implementasi. 2001. Grasindo. Jakarta
Robinson and Pearce. Manajemen Strategik. 1997. Binarupa Aksara. Jakarta
Suwarno , Muhammad. 2002. Manajemen Strategis. Akademi Manajemen Perusahaan, YKPN. Yogyakarta
http://sardanisitumorang.blogspot.com/2014/07/contoh-perusahaan-yang-melakukan.html
https://www.academia.edu/19733124/Ke-5_variasi_strategi
Dosen : Dr.Kasman Arifin, SE.,MM.,Ak.,CA
Di susun oleh :
RAMBO PRIMA 165310795
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
T.A 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami serahkan kepada Allah Swt yang telah mengutus Rasul – rasul Nya, karena berkat rahmat dari-NYA kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “VARIASI STRATEGI” dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang apa yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan bekal ilmu dan membimbing saya dalam mata kuliah Manajemen Strategik .
Kami menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan, karena itu tanggapan dan bimbingan dari dosen khususnya, dari para pembaca umumnya sangat kami harapkan demi kesempurnaan tulisan ini di masa yang akan datang. Atas semua tanggapan dan bimbingan yang ikhlas terlebih dahulu kami ucapkan terimakasih.
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar .………………………………………………………............................. i
Daftar Isi ...……………………………………………………………............................ ii
Pendahuluan
A. Latar Belakang ………………………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah ……...………………………………………………...1
C. Tujuan Penulisan...…………………………………………………..........1
D. Manfaat Penulisan ………………………………………………………..1
E. Metode Penulisan........................................................................................1
Pembahasan
A. Pengertian Variasi………………………………………….…..................2
B. pengertian Strategi…….………….............................................................2
C. Pengertian Variasi Strategi………………………………….....................2
D. Jenis-jenis Variasi Strategi…….. .……………………………….............2
Penutup
A. Kesimpulan ………………………………….........................................10
B. Saran………..……...................................................................................10
Daftar Pustaka …………………………………………………………iii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa fungsi manajemen sangat penting, baik operasional maupun fungsional ( terkhusus fungsi perencanaan) didalam organisasi perusahaan, namun perlu juga diperhatikan kelangsungan organisasi perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen strategis pada dasarnya merupakan proses yang dilakukan perusahaan untuk dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lainnya.
Dalam perusahaan, berpikir strategik adalah hal yang sangat penting. Seorang manajer strategik berfungsi untuk menyiapkan strategi agar perusahaan terhindar dari resiko seperti kekurangan pasokan bahan baku, terhindar dari kebangkrutan ataupun masalah lainnya. Dalam makalah ini kami akan membahas tipe-tipe (variasi) strategi yang sering digunakan oleh berbagai perusahaan guna mengembangkan atau menyelamatkan kondisi perusahaan yang tidak baik.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan Variasi ?
Apa yang dimaksud dengan Strategi ?
Apa yang dimaksud dengan Variasi Strategi ?
Apa saja jenis-jenis Variasi Strategi ?
Tujuan Penulisan
Memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi
Mengtahui pengertian Variasi
Mengtahui pengertian Strategi
Mengtahui pengertian Variasi Strategi
Mengetahui jenis-jenis Variasi Strategi
Manfaat Penulisan
Dapat menambah wawasan bagi pembaca.
Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan oleh penulis dalam makalah ini adalah metode kepustakaan. Dimana metode kepustakaan dilaksanakan dengan mencari bahan dari sumber-sumber yang menunjang dan berkaitan dengan materi dari makalah ini seperti mempelajari buku-buku, browsing internet dan sumber lainnya untuk mendapatkan data untuk pembuatan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Variasi
Variasi adalah tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula.
Pengertian Strategi
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani "strategia" yang diartikan sebagai "the art of the general" atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dalam pengertian umum, strategi merupakan cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai tujuan. Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan,perencanaan,dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut. Pengertian khusus strategi yaitu merupakan suatu tindakan yang bersifat terus-menerus mengalami peningkatan dan dilakukan sesuai dengan 2 sudut pandang tentang apa yang diinginkan serta diharapkan oleh para konsumen untuk waktu di masa depan. Dengan strategi ini maka ada yang hampir dimulai dari apa yang selalu untuk bisa terjadi dan bukan yang dimulai dari apa yang terjadi. Dengan terjadinya suatu kecepatan berinovasi pada pasar yang baru dan juga perubahan-perubahan pola konsumen yang sangat memerlukan kemampuan inti maka hendaknya perusahaan perlu untuk mencari dan mengambil kemampuan inti atau juga kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Pengertian Variasi Strategi
Variasi Strategi adalah strategi-strategi yang digunakan untuk mengarahkan usahanya kedalam beberapa operasional yang barkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam mencapai suatu tujuan.
Jenis-jenis Variasi Strategi
Secara umum, variasi strategi di bagi menjadi empat :
Integration Strategies (Strategi Integrasi)
Strategi integrasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
Forward Integration ( Integrasi Kedepan )
Strategi ini adalah strategi yang dilakukan perusahaan dengan membeli atau menguasai perusahaan yang lebih dekat dengan konsumen atau yang berhubungan langsung dengan konsumen, contohnya : agen distributor , pedagang pengecer dan lain -lain . Strategi ini dilakukan untuk meluaskan distribusi barang dari sebuah perusahaan. Salah satu bentuk yang efektif dari strategi ini adalah franchising (waralaba).
Srategi ini digunakan ketika :
a. jalur distribusi yang ada sangat mahal, kualitasnya terbatas dan tidak dapat mendistribusikan dengan cepat.
b. Organisasi mempunyai kemampuan modal dan sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis baru.
c. bisnis distribusi atau eceran mempunyai marjin keuntungan yang tinggi.
d. produk yang stabil lebih di utamakan, sehingga dapat diprediksi permintaan akan produk perusahaan melalui distributor.
Contoh : Perusahaan farmasi Kimia Farma dengan apotik kimia farmanya dan perusahaan Coca Cola dengan perusahaan pembotolan di berbagai negara .
Backward Intergration ( Integrasi Kebelakang )
Strategi ini adalah strategi yang dilakukan perusahaan dengan membeli atau menguasai supplier atau pemasok. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekurangan supply bahan baku, perusahaan pemasok terlalu mahal atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Langkah ini merupakan upaya untuk mengamankan jalur pasokan terhadap kebutuhan dalam rangka proses produksinya. Namun demikian, kecenderungan industri besar melakukan aktivitas de-intergrasi, yaitu melepas berbagai aktivitas perusahaan pemasok. Tidak tertutup kemungkinan perusahaan menemukan bahwa jenis integrasi ini bukan solusi yang tepat untuk unggul dalam persaingan karena menjadi semakin membebani keuangan .
Strategi ini digunakan ketika :
a. jumlah pemasok sedikit sedangkan pesaing sangat banyak.
b.perusahaan mengiginkan pasokan bahan baku yang cepat sedangkan pemasok yang ada tidak mampu menyediakan dan sangat mahal.
c.kestabilan harga lebih diutamakan, karena dengan strategi ini perusahaan dapat menekan biaya bahan baku.
d.pemasok yang ada memiliki marjin keuntungan yang tinggi dan perusahaan mempunyai modal dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Contoh : Harian Jawa Pos yang mendirikan pabrik kertas untuk menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan bahan bakunya . Contoh lain, Gudang Garam yang memiliki pabrik kertas rokok di Afrika .
Horizontal Integration ( Integrasi Horizontal )
Strategi ini dilakukan dalam bentuk membeli atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pesaing . Yang bisa didapat dari strategi ini adalah memperbesar pangsa pasar potensial perusahaan, meningkatkan penjualan dan memperbesar ukuran perusahaan. Caranya dapat dengan akuisisi, merjer (penggabungan) dan pengambilalihan perusahaan yang menjadi pesaing.
Strategi ini digunakan ketika :
a.perushaan dapat menjadi monopolistik di suatu daerah tanpa melanggar peraturan pemerintah.
b.perusahaan bersaing di industri yang sedang berkembang.
c.dapat meningkatkan skalaekonomi untuk mendukung keuntungan bersaing.
d.memiliki modal dan sumber daya manusia yang cukup untuk melakukan ekspansi.
Contoh : Toko obat Guardian membeli Shop-in, Indofood yang membeli SuperMie dan merjer berbagai bank yang membentuk Bank Mandiri .
Intensive Strategies (Strategi Intensif )
Strategi ini disebut strategi intensif karena mensyaratkan berbagai upaya yang intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan produk yang ada. Strategi intensif dibagi menjadi tiga, yaitu :
Market Penetration ( Penetrasi Pasar)
Strategi ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau layanan yang ada saat ini dalam pasar melalui upaya – upaya pemasaran yang lebih besar. Strategi ini umum diterapkan baik sendiri maupun sebagai kombinasi dengan strategi lainnya . Bentuk strategi ini antara lain : meningkatkan jumlah tenaga penjualan, peningkatan pembelanjaan iklan, penawaran barang – barang promosi secara besar – besaran atau peningkatan upaya – upaya publisitas lainnya.
Strategi ini digunakan ketika :
a.dapat meningkatkan skala ekonomi untuk mendukung keuntungan bersaing.
b.terdapat hubungan yang tinggi antara pengeluaran untuk pemasaran terhadap kenaikan penjualan.
c.pangsa pasar pesaing menurun sedangkan total penjualan industri meningkat
d. pasar yang ada belum jenuh oleh produk dan jasa perusahaan.
Contoh : Promosi intensif dari AXIS atau XL yang iklannya banyak dan menarik, penambahan sales di berbagai event untuk menjual produk dan usaha McDonald untuk memberikan berbagai cinderamata untuk anak-anak .
Market Development ( Pengembangan Pasar )
Strategi ini dilakukan perusahaan sebagai upaya untuk mengenalkan produk atau layanan yang ada kepada wilayah geografis yang baru . Strategi ini juga bisa dalam bentuk memasarkan produk lama dengan sedikit memodifikasi agar lebih menarik dan membuka cabang di kota atau negara baru untuk memperluas jangkauan produk . Globalisasi dan iklim perkembangan pasar internasional semakin kondusif untuk strategi ini . Hal ini dibutuhkan karena tidak jarang persaingan yang sedemikian ketat pada suatu pasar tertentu menyebabkan pengalihan kepada pasar yang baru sehinga dapat tersingkir dari arena bisnisnya. Namun demikian, perlu dicermati bahwa pada wilayah – wilayah tertentu, masuknya para pemain baru menimbulkan pergeseran keseimbangan bisnis yang ada. Tidak jarang para pemain besar akan mengalami tantangan dari pemain lokal dan begiti juga sebaliknya.
Strategi ini digunakan ketika :
a. jaringan distribusi tersedia, berkualitas dan tidak mahal.
b. perusahaan memiliki kelebihan kapasitas produksi.
c. perusahaan saat ini sangat berhasil atas apa yang dikerjakan.
d. muncul pasar yang baru atau pasar belum jenuh.
Contoh : Matahari dan Giant membuka gerai baru ke daerah baru dan Indosat yang membuka gerai baru untuk menjangkau daerah baru .
Product Development ( Pengembangan Produk )
Strategi ini meliputi modifikasi cukup besar atas prosuk lama atau penciptaan prosuk baru yang masih berkaitan yang dapat dipasarkan kepada pelanggan lama melalui saluran yang sudah ada . Strategi pengembangan produk digunakan untuk memperpanjang daur hidup produk yang sudah ada ataupun untuk mempertahankan reputasi atau merek favorit.
Strategi ini digunakan ketika :
a.memiliki produk-produk yang berhasil/sukses dan telah berada pada tahap jenuh (maturity stage).
b.pesaing menawarkan produk dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah
c.perusahaan memiliki kemampuan riset dan pengembangan produk.
d.bersaing di industri yang sedang bertumbuh.
Contoh : Rinso mengembangkan berbagai variant nya , Sunsilk dengan formula yang seakan – akan diciptakan oleh penata rambut profesional padahal sama saja dan ponsel yang muncul dengan tipe baru padahal rata – rata hanya modifikasi sedikit dari tipe sebelumnya .
Diversification Strategies ( Strategi Penciutan )
Strategi ini adalah strategi yang membuat kelompok usaha baru namun tidak sejenis dengan jenis usaha sebelumnya ( beda sektor ) sebagai usaha pengembangan perusahaan . Strategi ini dinilai kompleks karena usaha yang bergerak pada sektor yang beragam sulit untuk dikelola . Pada 1960-an dan 1970-an strategi ini populer digunakan karena setiap perusahaan ingin semaksimal mungkin agar tidak tergantung pada satu jenis usaha saja , tapi konsep ini surut pada dekade 1980-an . Walau demikian, bukan berarti strategi ini sudah benar – benar hilang. Masih cukup banyak pula perusahaan yang berahsil dengan strategi ini , terutama ketika perusahaan yang bergerak di wilayah yang mengalami kecenderungan menurun seperti keika Philip Morris, sebuah produsen rokok membeli Kraft General Food, sebuah perusahaan makanan kelompok Nestle. Hal ini dilakukan atas dasar asumsi konsumsi rokok semakin menurun akibat peningkatan kesadaran akan kesehatan dan bahaya rokok. Strategi diversifikasi ini dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu :
Concentric Diversification ( Diversifikasi Konsentrik )
Strategi ini adalah akuisisi bisnis yang terkait dengan perusahaan pengakuisisi dari segi tekhnologi, pasar atau produk . Jadi, perusahaan pengakuisisi mencari usaha – usaha baru yang produk, pasar, saluran distribusi, tekhnologi dan kebutuhan sumber dayanya serupa namun tidak sama dengan yang dimilikinya sekarang yang akusisinya menghasilkan sinerji tetapi bukan berupa saling kebergantungan sepenuhnya.
Strategi ini digunakan ketika :
a.bersaing di suatu industri yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya lambat.
b.produk yang ada telah mengalami tahap penurunan.
c.produk yang baru dapat di tawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dan dapat meningkatkan penjualan produk yang sudah ada.
d.produk yang baru memiliki tingkat penjualan musiman sehingga dapat menutup pada saat produk yang ada memasuki musim penurunan.
Contoh : harian Kompas yang memunculkan berbagai surat kabar, tabloid dan majalah baru.
Conglomerate Diversification ( Diversifikasi Konglomerat )
Berbeda dengan strategi concentrate diversification yang mengakuisisi jenis usaha yang sinerji, conglomerate diversification tidak mempermasalahkan sinerji produk – pasar dengan bisnis yang sedang berjalan .
Strategi ini digunakan ketika :
a.industri mengalami penurunan dalam penjualan tahunan dan keuntungan.
b.pasar untuk produk yang ada telah jenuh.
c.perusahaan mempunyai peluang untuk membeli bisnis yang tidak berkaitandan merupakan peluang investasi yang menarik.
d.mempunyai modal dan kemampuan manajemen yang dibutuhkan dalam bersaing di industri baru
Contoh : Ketika Lippobank memutuskan untuk bergerak di sektor properti dan Maspion dengan Maspion bank-nya .
Horizontal Diversification ( Diversifikasi Horizontal )
Bentuk strategi ini adalah menambah produk atau layanan baru yang tidak berhubungan atau terkait yang telah ada tapi sasarannya (konsumen) sama .
Strategi ini digunakan ketika :
a.produk baru akan meningkatkan penerimaan dari produk yang sudah ada.
b.bersaing dalam industri yang tidak tumbuh tetapi persaingan sangat ketat.
c.jaringan industri yang ada dapat digunakan untuk memasarkan produk baru ke pelanggan yang ada.
d.produk baru memiliki musim penjualan yang berbeda dengan produk yang ada.
Contoh : Garuda Indonesia Airways yang memiliki beberapa jaringan hotel di Indonesia . jenis usaha hotel tidak terkait dengan penerbangan, namun sasarannya sama . pengguna layanan maskapai garuda yang pergi ke suat kota dapat menggunakan layanan hotel yang dimiliki Garuda juga .
Defensive Strategies ( Strategi Defensif )
Pada prinsipnya strategi ini ditujukan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dari semakin ketatnya persaingan bisnis dan berbagai ketidakpastian eksternal yang sulit dikontrol dan diprediksi. Biasanya strategi ini digunakan ketika dalam suasana krisis. Oleh karena itu strategi ini sering disebut juga Survival Strategy .
Joint Ventura ( Usaha Patungan )
Strategi yang akrab disebut JV ini muncul ketika dua perusahaan atau lebih membentuk suatu kerjasama dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada secara bersama – sama . Strategi ini termasuk defensif karena perusahaan yang melakukan JV tidak berminat untuk mengambil resiko sendiri . Tak jarang pihak – pihak yang
melakukan kerjasama membentuk perusahaan baru dengan tujuan menjalankan kerjasama yang dimaksud. JV bisa terjadi dalan berbagai bentuk seperti jaringan distribusi, kesepakatan lisensi, kesepakatan produksi dan upaya melakukan penawaran bersama guna memenagkan suatu tender . Strategi ini populer karena kemampuannya menciptakan komunikasi dan jaringan kerja untuk melakukan operasi secara global serta dapat menurunkan resiko . Bahkan kesepakatan kerjasama antar perusahaan yang sedang bersaing secara langsung juga terjadi. Biasanya kesepakatan kerjasama merupakan jembatan untuk mensinergikan keunggulan kompetitif di bidang masing – masing, baik itu tekhnologi, distribusi, riset dasarmaupun kapasitas produksi.
Strategi ini digunakan ketika :
a.dua atau lebih perusahaan kecil tidak mampu bersaing dengan perusahaan besar.
b. muncul kebutuhan untuk secepatnya memperkenalkan teknologi baru.
c.keunggulan yang berbeda dari kedua perusahaan dapat saling melengkapi.
d.perusahaan masuk ke pasar internasional sehingga akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dari pemerintah setempat.
Contoh : Kompas dan Poskota melakukan JV yang menghasilkan Harian Surya di Surabaya.
Divestasi
Divestasi adalah strategi dengan menjual suatu perusahaan atau komponen utama perusahaan . Sebagai contoh, pada bulan Maret 1992, Goodyear Tire mengumumkan keputusannya untuk menjual bisnis poliesternya kepada Shell Chemical guna menghapuskan utang sebesar $2,6 miliar . Penjualan ini merupakan bagian dari strategi Goodyear 1991 untuk menekan utangnya sampai di bawah $2 miliar 18 bulan.
Retrenchment ( Pengurangan )
Strategi penciutan dilakukan ketika organisasi mengelompok kembali melalui reduksi biaya dan aset dalam upaya membalikkan proses penurunan penjualan dan laba perusahaan. Strategi ini terkadang dikenal sebagai strategi turnaround atau reorganizational. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperkokoh keunggulan yang membedakan yang dimiliki perusahaan. Pada masa strategi ini, operasi perusahaan berjalan dengan sumber daya yang terbatas dan akan pada tekanan dari berbagai pihak seperti pemilik saham, pegawai dan media. Bentuk penciutan seperti penjualan aste untuk memperoleh dana tunai, pemangkasan lini produk, menutup bisnis yang kuramg menguntungkan, pengurangan jumlah pegawai dan penerapan sistem kontrol pengeluaran biaya.
Strategi ini digunakan ketika :
a.Mempunyai kemam puan tertentu tetapi selalu gagal memenuhi tujuan dan sasaran.
b.Perusahaan merupakan salah satu pesaing yang paling lemah didalam industri.
c.mengalami ketidakefisienan, moral karyawan yang buruk, keuntungan yang rendah dan mendapat tekanan dari pemebgang saham untuk memperbaiki diri.
d.Perusahaan tumbuh menjadi besar dengan sangat cepat hingga memerlukan reorganisasi internal.
Contoh: PHK besar – besaran saat krisis moneter tahun 1998 .
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Variasi adalah tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula
Strategi adalah cara atau pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktavitas dalam kurun waktu tertentu.
Variasi Strategi adalah strategi-strategi yang digunakan untuk mengarahkan usahanya kedalam beberapa operasional yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam mencapai suatu tujuan.
Jenis-jenis variasi strategi yaitu: forward integration, backward integration, horizontal integration, market development, product development, market penetration, concentric diversification, conglomerate diversification, horizontal diversification, joint venture, rentrenchment, diversiture, liquidation, dan combination.
Saran
Keterbatasan informasi dan ketelitian Penulis dalam menyusun makalah ini, menjadi sebab adanya kekurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari. Oleh karena itu, Penulis mengharapkan kritik dan saran demi penambahan wawasan bagi para Penulis khususnya.
DAFTAR PUSTAKA
Dirgantara, Crown. Manajemen Strategik Konsep, Kasus, dan implementasi. 2001. Grasindo. Jakarta
Robinson and Pearce. Manajemen Strategik. 1997. Binarupa Aksara. Jakarta
Suwarno , Muhammad. 2002. Manajemen Strategis. Akademi Manajemen Perusahaan, YKPN. Yogyakarta
http://sardanisitumorang.blogspot.com/2014/07/contoh-perusahaan-yang-melakukan.html
https://www.academia.edu/19733124/Ke-5_variasi_strategi
Komentar